Review DCM 23: The Fist of Blue Sapphire

Detective Conan merupakan serial manga populer yang dibuat oleh Gosho Aoyama sejak tahun 1994. seiring waktu Detective Conan mendapatkan banyak penggemarnya sehingga manga tersebut diadaptasi menjadi serial animasi di televisi maupun film.

Pada tahun ini Detective Conan mengeluarkan film terbarunya yang ke-23 dengan judul “The Fist of Blue Sapphire”. berbeda dengan tahun sebelumnya Zero the Enforcer yang mengambil kota tokyo dan gedung Edge of Ocean sebagai latar belakang tempat cerita, kali ini Aoyama mengambil terobosan baru dengan menggunakan latar belakang tempat di luar wilayah Jepang.

Singapura pun dipilihnya dengan beberapa landmark negara Singapura seperti Marina Bay Sands Hotel, Gardens by the bay, Merlion Park, dan Supertree Grove sebagai latar tempat cerita.

Dalam film ini diceritakan permata biru legendaris “Blue Sapphire” yang seharusnya tenggelam di dalam kapal bajak laut pada abat ke-19 telah ditemukan oleh seorang miliarder bernama Jo Han Chen. Miliarder yang juga seorang “Martial Arts Junkie” tersebut menyelenggarakan kontes Martial Art dan akan menghadiahkan sabuk emas dengan permata “Blue Sapphire” di tengahnya bagi siapa saja yang memenangkan kontes tersebut.

Beberapa waktu sebelum pengumuman terjadi insiden pembunuhan di hotel Marina Bay Sands, tepat di dalam lokasi kemungkinan pembunuhan terjadi ditemukan kartu Kaito Kid dengan berlumur darah yang menyatakan akan mencuri permata “Blue Sapphire” tersebut.

Secara visual film ini tidak begitu berbeda dari film sebelumnya, akan tetapi yang menjadi menarik adalah bagaimana Gosho Aoyama menerjemahkan Singapura menjadi sebuah latar cerita karena ini merupakan kali pertama serial film detective conan dimainkan diluar negara jepang. banyak plot twist yang terjadi sehingga akan membuat penonton menerka-nerka bagaimana akhir cerita dari film tersebut. Selain itu banyak adegan romantis antara Sonoko x Makoto & Ran x Sinichi sehingga film ini cocok untuk ditonton dengan pasangan.

Film ini ditayangkan di Jepang pada bulan April 2019 dan baru ditayangkan di Indonesia mulai tanggal 24 Juli 2019 melalui Odex Indonesia di seluruh jaringan CGV Cinemas.

 


Azmi Nawwar

Seorang penulis pemula yang menulis sambil iseng-iseng di rumah. menulis di azmi.my.id, rootix.web.id dan Kompasiana. saat ini sebagai pelajar di salah satu sekolah negeri dan masih akan terus belajar,sangat tertarik akan dunia Filsafat,Sastra,Sejarah dan Komputer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *